Sunday, December 15, 2013

Nggak Perlu Ada KTP

Beberapa hari ini muncul wacana yang tidak populer. Wacana tersebut adalah menghapus kolom agama pada KTP. Seperti biasa, gembong Jaringan Islam Liberal (JIL) menjadi terdepan dalam mendukung wacana tak populer ini. Selain JIL, lelaki yang akrab dipanggil Ahok yang juga pejabat nomor dua di DKI pun mendukung penuh wacana ini agar terealisasi. wow..

Tuesday, November 19, 2013

Bercemin dan tertawakan diri anda!

Kebobrokan negeri ini tidak perlu kita salahkan siapapun. Tak perlu kita katakan, Politisi A muka dua, Presiden Anu lebay, Partai X sok suci. Legislatif korup, Yudikatif menjual diri, dan lain sebagainya.

Berceminlah dan tertawakanlah diri anda sendiri. Karena bobroknya negeri ini cermin diri kita.

Thursday, November 7, 2013

Rise, Mr. Mursi

Are you crying tonight?
Are you feeling all right?
I told the world that you were down on your luck

You were one of a kind
One who'd never give it up
Even when they put a price on your head

Has anyone heard the tales you tell?
Or seen the scars you wear?
Did anyone speak up when you fell?
Does anybody care?

Rise again Mr. Mursi
And let the world know the reason why
Shout again Mr. Mursi
And don't let it impair the things you do

And you were one with the courts
And a reason to be
You were a fighter for peace on this earth

And you were never afraid
You put your life on the line
And you were always so long out on the sea

Without a weapon in your hand
You came to fight a war
They took your life but didn't know
That you will never die

Rise again Mr. Mursi
And let the world know the reason why
Shout again Mr. Mursi
And don't let it impair the things you do

Are you feeling all right?
Cause I care, care

[Solo]

Run along little fighter
Oh cause I was there beside you
Never stop believing, so rise
Rise
RISE!

Rise again Mr. Mursi
And let the world know the reason why
Shout again Mr. Mursi
And don't let it impair the things you do

Rise again Mr. Mursi (Don't stop believing)
And let the world know the reason why
Shout again Mr. Mursi (And keep on moving)
And don't let it impair the things you do

Yea, don't let it ever end the things you do 

* Singing with music from White Lion - Little Fighter
http://www.youtube.com/watch?v=n2dORQp78vM

Tuesday, June 11, 2013

Pentingnya Syahadatain

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Maka ketahuilah, sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah….. (QS. Muhammad: 19)

Jumlah umat Islam kini sangat banyak. Sebagian besar mereka terkategorikan sebagai Islam keturunan atau kebetulan terlahir sebagai muslim dari orang tua. Kenyataan akan jumlah yang banyak tidak berkorelasi dengan pemahamannya kepada Islam secara benar, orisinil dan utuh. Hakikat memahami Islam dimulai dari memahami inti sari ajarannya yaitu dua kalimat syahadah (syahadatain). Kalimat tersebut terdiri dari Laa Ilaaha Illallah dan Muhammadun Rasulullah. Memahami keduanya sangat penting dan mendasar. Karena jika kita tak memahami hakikat kalimat syahadah, kita dapat terjerembab ke dalam penyakit kebodohan dan kemusyrikan.

Syahadatain merupakan fondasi atau asas dari bangunan keislaman seorang muslim. Jika fondasinya tidak kuat maka rumahnya pun tidak akan kuat bertahan.

Ayat di atas, menjelaskan bahwa umat Islam tidak dibenarkan hanya sekadar mengucapkan atau melafalkan dua kalimat syahadah, tetapi seharusnya betul-betul memahaminya. Kata fa’lam berarti “maka ketahuilah, ilmuilah….” Artinya Allah memerintahkan untuk mengilmui atau memahami kalimat Laa Ilaaha Illallah bukan sekadar mengucapkannya, tetapi dengan yang pada gilirannya akan membentuk keyakinan (i’tiqad) dalam hati.

Wednesday, March 13, 2013

Ini bukan zuhud

Masih ada sebagian orang melakukan berbagai perbuatan dengan anggapan bahwa perbuatan tersebut termasuk dalam kategori zuhud. Padahal hanya merupakan tipu daya Iblis. Di antara perbuatan zuhud yang keliru:

1. Meninggalkan Dunia Sama Sekali.
Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Orang awam terkadang mendengar celaan terhadap dunia di dalam Al Qur’an yang mulia dan hadits-hadits, lalu dia berpendapat bahwa (jalan) keselamatan adalah meninggalkan dunia. Dia tidak memahami masalah duniawi yang tercela. Kemudian Iblis mempermainkannya, (dengan menyimpulkan) bahwa "engkau tidak akan selamat di akhirat kecuali dengan meninggalkan dunia". Maka ia pun mengasingkan diri ke gunung-gunung, menjauhi shalat Jumat, shalat jamaah, dan juga (majlis) ilmu. Dia menjadi seperti binatang liar. Dan dikhayalkan kepadanya bahwa inilah zuhud hakiki. Bagaimana tidak, sedangkan dia telah mendengar tentang si A yang berkelana, dan tentang si B yang beribadah di atas gunung.

Wednesday, February 27, 2013

Musibah atau Azab?

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Kata musibah (dalam bahasa Arab) berasal dari kata yang bermakna lemparan dengan anak panah. Kemudian kata itu digunakan untuk setiap bencana, musibah, dan malapetaka.”

Ar-Raghib berkata, “Kata أَصَابَ digunakan pada perihal kebaikan dan keburukan yang menimpa.”

Allah berfirman:
“Jika kamu ditimpa oleh suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh suatu bencana ….” (at-Taubah: 50)

Ada yang berpendapat, kata musibah (dalam bahasa Arab) jika digunakan pada perihal kebaikan, berasal dari kata الصَّوْبُ yang artinya hujan. Maksudnya, hujan yang turun sebatas keperluan, tidak membahayakan dan merugikan. Jika digunakan pada perihal keburukan, ia berasal dari kata إِصَابَةُ السَّهْمِ artinya bidikan atau sasaran anak panah.

Al-Kirmani berkata, “Kata musibah jika ditinjau dari segi bahasa, bermakna apa saja yang menimpa manusia secara mutlak (umum). Jika ditinjau dari segi istilah, bermakna peristiwa-peristiwa tertentu yang tidak disukai yang terjadi. Makna inilah yang dimaksud dalam pembahasan ini.” (Fathul Bari, dalam Kitabul Mardha)

Ahli bahasa berkata, “Pada kata musibah dikatakan: مَصُوبَةٌ – مُصَابَةٌ – مُصِيبَةٌ Hakikatnya adalah perkara yang tidak disukai yang menimpa manusia.”
Al-Qurthubi menerangkan, ”Musibah adalah segala sesuatu yang menyakitkan, merugikan, menyusahkan orang mukmin, dan menimpa dirinya.”

Baca lengkap di Ilmu dan Pemahaman

Saturday, February 23, 2013

Mission Impossible Ala Al Quthuz



Layaknya film mission impossible, Al Quthuz juga mempunyai misi yang sangat mustahil dilakukan. Berperang melawan Pasukan Tartar, penguasa wilayah mulai dari korea hingga polandia saat ini jika diilustrasikan dengan wilayah modern.

Ketika surat dari Panglima Pasukan Tartar tiba, pilihannya hanya dua, menyerah atau diserang. Keduanya pilihan yang sama pahit, karena sejarah telah memperlihatkan kekejaman pasukan tartar. Daripada menyerah atau diserang, Al Quthuz memilih untuk menyerang. Dan dipilihlah Ain Jalut sebagai tempat berperang melawan Pasukan Tartar, wilayah bersejarah bagi pasukan orang-orang mukmin.


Baca selengkapnya di IlmaWaFahm.