Sunday, December 15, 2013
Nggak Perlu Ada KTP
Tuesday, November 19, 2013
Bercemin dan tertawakan diri anda!
Thursday, November 7, 2013
Rise, Mr. Mursi
Are you feeling all right?
I told the world that you were down on your luck
You were one of a kind
One who'd never give it up
Even when they put a price on your head
Has anyone heard the tales you tell?
Or seen the scars you wear?
Did anyone speak up when you fell?
Does anybody care?
Rise again Mr. Mursi
And let the world know the reason why
Shout again Mr. Mursi
And don't let it impair the things you do
And you were one with the courts
And a reason to be
You were a fighter for peace on this earth
And you were never afraid
You put your life on the line
And you were always so long out on the sea
Without a weapon in your hand
You came to fight a war
They took your life but didn't know
That you will never die
Rise again Mr. Mursi
And let the world know the reason why
Shout again Mr. Mursi
And don't let it impair the things you do
Are you feeling all right?
Cause I care, care
[Solo]
Run along little fighter
Oh cause I was there beside you
Never stop believing, so rise
Rise
RISE!
Rise again Mr. Mursi
And let the world know the reason why
Shout again Mr. Mursi
And don't let it impair the things you do
Rise again Mr. Mursi (Don't stop believing)
And let the world know the reason why
Shout again Mr. Mursi (And keep on moving)
And don't let it impair the things you do
Yea, don't let it ever end the things you do
Tuesday, June 11, 2013
Pentingnya Syahadatain
Maka ketahuilah, sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah….. (QS. Muhammad: 19)
Jumlah umat Islam kini sangat banyak. Sebagian besar mereka terkategorikan sebagai Islam keturunan atau kebetulan terlahir sebagai muslim dari orang tua. Kenyataan akan jumlah yang banyak tidak berkorelasi dengan pemahamannya kepada Islam secara benar, orisinil dan utuh. Hakikat memahami Islam dimulai dari memahami inti sari ajarannya yaitu dua kalimat syahadah (syahadatain). Kalimat tersebut terdiri dari Laa Ilaaha Illallah dan Muhammadun Rasulullah. Memahami keduanya sangat penting dan mendasar. Karena jika kita tak memahami hakikat kalimat syahadah, kita dapat terjerembab ke dalam penyakit kebodohan dan kemusyrikan.
Syahadatain merupakan fondasi atau asas dari bangunan keislaman seorang muslim. Jika fondasinya tidak kuat maka rumahnya pun tidak akan kuat bertahan.
Ayat di atas, menjelaskan bahwa umat Islam tidak dibenarkan hanya sekadar mengucapkan atau melafalkan dua kalimat syahadah, tetapi seharusnya betul-betul memahaminya. Kata fa’lam berarti “maka ketahuilah, ilmuilah….” Artinya Allah memerintahkan untuk mengilmui atau memahami kalimat Laa Ilaaha Illallah bukan sekadar mengucapkannya, tetapi dengan yang pada gilirannya akan membentuk keyakinan (i’tiqad) dalam hati.
Wednesday, March 13, 2013
Ini bukan zuhud
Monday, March 4, 2013
Wednesday, February 27, 2013
Musibah atau Azab?
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Kata musibah (dalam bahasa Arab) berasal dari kata yang bermakna lemparan dengan anak panah. Kemudian kata itu digunakan untuk setiap bencana, musibah, dan malapetaka.”
Ar-Raghib berkata, “Kata أَصَابَ digunakan pada perihal kebaikan dan keburukan yang menimpa.”
Allah berfirman:
“Jika kamu ditimpa oleh suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh suatu bencana ….” (at-Taubah: 50)
Ada yang berpendapat, kata musibah (dalam bahasa Arab) jika digunakan pada perihal kebaikan, berasal dari kata الصَّوْبُ yang artinya hujan. Maksudnya, hujan yang turun sebatas keperluan, tidak membahayakan dan merugikan. Jika digunakan pada perihal keburukan, ia berasal dari kata إِصَابَةُ السَّهْمِ artinya bidikan atau sasaran anak panah.
Al-Kirmani berkata, “Kata musibah jika ditinjau dari segi bahasa, bermakna apa saja yang menimpa manusia secara mutlak (umum). Jika ditinjau dari segi istilah, bermakna peristiwa-peristiwa tertentu yang tidak disukai yang terjadi. Makna inilah yang dimaksud dalam pembahasan ini.” (Fathul Bari, dalam Kitabul Mardha)
Ahli bahasa berkata, “Pada kata musibah dikatakan: مَصُوبَةٌ – مُصَابَةٌ – مُصِيبَةٌ Hakikatnya adalah perkara yang tidak disukai yang menimpa manusia.”
Al-Qurthubi menerangkan, ”Musibah adalah segala sesuatu yang menyakitkan, merugikan, menyusahkan orang mukmin, dan menimpa dirinya.”
Baca lengkap di Ilmu dan Pemahaman
Saturday, February 23, 2013
Mission Impossible Ala Al Quthuz
Layaknya film mission impossible, Al Quthuz juga mempunyai misi yang sangat mustahil dilakukan. Berperang melawan Pasukan Tartar, penguasa wilayah mulai dari korea hingga polandia saat ini jika diilustrasikan dengan wilayah modern.
Ketika surat dari Panglima Pasukan Tartar tiba, pilihannya hanya dua, menyerah atau diserang. Keduanya pilihan yang sama pahit, karena sejarah telah memperlihatkan kekejaman pasukan tartar. Daripada menyerah atau diserang, Al Quthuz memilih untuk menyerang. Dan dipilihlah Ain Jalut sebagai tempat berperang melawan Pasukan Tartar, wilayah bersejarah bagi pasukan orang-orang mukmin.
Baca selengkapnya di IlmaWaFahm.