Wednesday, February 27, 2013

Musibah atau Azab?

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Kata musibah (dalam bahasa Arab) berasal dari kata yang bermakna lemparan dengan anak panah. Kemudian kata itu digunakan untuk setiap bencana, musibah, dan malapetaka.”

Ar-Raghib berkata, “Kata أَصَابَ digunakan pada perihal kebaikan dan keburukan yang menimpa.”

Allah berfirman:
“Jika kamu ditimpa oleh suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh suatu bencana ….” (at-Taubah: 50)

Ada yang berpendapat, kata musibah (dalam bahasa Arab) jika digunakan pada perihal kebaikan, berasal dari kata الصَّوْبُ yang artinya hujan. Maksudnya, hujan yang turun sebatas keperluan, tidak membahayakan dan merugikan. Jika digunakan pada perihal keburukan, ia berasal dari kata إِصَابَةُ السَّهْمِ artinya bidikan atau sasaran anak panah.

Al-Kirmani berkata, “Kata musibah jika ditinjau dari segi bahasa, bermakna apa saja yang menimpa manusia secara mutlak (umum). Jika ditinjau dari segi istilah, bermakna peristiwa-peristiwa tertentu yang tidak disukai yang terjadi. Makna inilah yang dimaksud dalam pembahasan ini.” (Fathul Bari, dalam Kitabul Mardha)

Ahli bahasa berkata, “Pada kata musibah dikatakan: مَصُوبَةٌ – مُصَابَةٌ – مُصِيبَةٌ Hakikatnya adalah perkara yang tidak disukai yang menimpa manusia.”
Al-Qurthubi menerangkan, ”Musibah adalah segala sesuatu yang menyakitkan, merugikan, menyusahkan orang mukmin, dan menimpa dirinya.”

Baca lengkap di Ilmu dan Pemahaman

Saturday, February 23, 2013

Mission Impossible Ala Al Quthuz



Layaknya film mission impossible, Al Quthuz juga mempunyai misi yang sangat mustahil dilakukan. Berperang melawan Pasukan Tartar, penguasa wilayah mulai dari korea hingga polandia saat ini jika diilustrasikan dengan wilayah modern.

Ketika surat dari Panglima Pasukan Tartar tiba, pilihannya hanya dua, menyerah atau diserang. Keduanya pilihan yang sama pahit, karena sejarah telah memperlihatkan kekejaman pasukan tartar. Daripada menyerah atau diserang, Al Quthuz memilih untuk menyerang. Dan dipilihlah Ain Jalut sebagai tempat berperang melawan Pasukan Tartar, wilayah bersejarah bagi pasukan orang-orang mukmin.


Baca selengkapnya di IlmaWaFahm.

Tuesday, June 5, 2012

Golongan yang dimuliakan Allah SWT

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا
"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir."

إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا
"Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,"

وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا
"dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,"

إِلَّا الْمُصَلِّينَ 
"kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,"

الَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ 
"yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,"

وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ  
"dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,"


لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

 "bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),"

وَالَّذِينَ يُصَدِّقُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ

 "dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,"

وَالَّذِينَ هُمْ مِنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ 
"dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya."

 إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُونٍ
 "Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya)."

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ
"Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,"

إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ 
"kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela."

فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ 
"Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas."

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ 
"Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya."

وَالَّذِينَ هُمْ بِشَهَادَاتِهِمْ قَائِمُونَ 
"Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya."

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ 
"Dan orang-orang yang memelihara shalatnya."

أُولَٰئِكَ فِي جَنَّاتٍ مُكْرَمُونَ 
"Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan."

QS : Al Ma'arij [70] : 19-35