Tuesday, January 12, 2016

Tanda kekasih Allah ada tiga

Pertama, orientasi utamanya adalah Allah subhanahu wa ta'ala.

Jika memang demikian maka berarti dia adalah orang yang jujur saat mengucapkan

ان صلاتي ونسكي ومحيايا ومماتي لله رب العالمين.

"Sesungguhnya Sholatku, ibadahku, hidupku, matiku, hanya milik dan untuk Allah".

Sudah jujurkah kita saat mengucapkan itu ketika sholat?
Masihkah kita merasa sakit ketika dicaci?
Bangga saat dipuji?
Marah jika kebaikan justru dibalas dengan kepedihan?

Jika demikian maka kita masih dalam lingkup pendusta. Bagaimana pendusta dapat menjadi wali Allah?

Kedua, kembali kepada Allah. Yang kedua ini tampaknya lebih menusuk ke dalam hati kita semua.

Mari kita lihat, apa yang muncul dipermukaan saat kemudian Allah memanggil kita dengan ujiannya? Saat kita tertimpa bencana, saat kita mengharap lebih dari dunia.

Kira-kira berkisar pada tiga hal,
• (1) andai saja ada uang masalah akan terselesaikan.
• (2) jika pangkat saya demikian maka ……
• (3) kalau saja ada kesempatan dan atau bisa memutar waktu kembali.

Lalu kapan kita kembalikan kepada Allah? Baru ketika ketiga-tiganya sudah sirna. Pada Allah yang memanggil kita.

Ketiga, sibuk dengan Allah. Waduh… Kalau yang ketiga ini tambah nggak karuan hati kita.

Sibuk dengan apakah diri kita saat ini?

Para kekasih Allah banyak beristighfar namun bukan karena dosa yang ia perbuat, melainkan istighfar atas istighfar yang mereka haturkan. Atau terkadang karena sejenak saja tidak menghadirkan Allah dalam hatinya. Subhanallah…

Lalu bagaimana dengan kita? Apa yang kita sibukkan?

Namun, setidaknya jika kita tidak bisa bersaing dengan mereka atas amal ibadahnya, maka mari bersaing dengan sesama pendosa seperti saya dalam istighfarnya.

Sumber : Rupa Info

No comments:

Post a Comment