Ketika seorang membaca/mengucapkan Syahaadah, maka seseorang tersebut sejatinya secara sadar telah melakukan 3 hal sekaligus, yaitu:
- Ikrar (Al-I'laanu Al Iqraar(u))
- Sumpah (Al-Qasamuu Al-Half(u))
- Janji setia (Al-'Ahd(u))
1. Ikrar
Ikrar (Iqrar) adalah suatu peryataan seorang muslim tentang keyakinannya. Pernyataan ini sangat kuat karena didukung Allah SWT, malaikat, dan orang yang berilmu (para nabi dan orang mukmin). Konsekuensi ikrar adalah kewajiban kita untuk menegakkan dan memperjuangkan sesuatu yang di ikrarkan.
2. Sumpah
Sumpah (Qasm) adalah pernyataan kesediaan menerima akibat dan resiko apapun dalam mengamalkan syahadah. Muslim yang ber-syahadah (asyhadu) berarti siap dan bertanggung jawab dalam menegakkan Islam. Pelanggaran terhadap sumpahnya merupakan wujud kemunafikan dan tempat kembali orang munafik adalah neraka jahanam.
3. Janji Setia
Pernjanjian yang teguh (mitsaq) adalah janji setia (Al-'Ahd) untuk mendengarkan dan taat dalam segala keadaan terhadap semua perintah Allah SWT yang terkandung dalam Kitabullah atau Sunnah Rasul.
Referensi
- Ali Imran (3):18, menyatakan syahadah yang berarti ikrar kepada Allah SWT, malaikat dan orang-orang yang berilmu tentang La ilaha illallah.
- Al-'Araf (7):172, menyatakan bahwa ikrar manusia tentang Rububiyatullah merupakan alasan bagi ikrarnya tentang keesaan Allah SWT.
- Ali Imran (3):182, menyatakan ikrar para nabi terdahulu yang mengakui kerasulan Muhammad SAW meskipun mereka hidup sebelum kedatangan beliau.
- Al-Munafiqun (63):1-2, menyatakan syahadah berarti sumpah. Namun di ayat itu, sumpah orang-orang munafiq tidak lain hanyalah tameng.
- An-Nisa (4):138-145, menyatakan beberapa ciri orang yang melanggar sumpahnya, yaitu memberi wala' kepada orang kafir, mengolok-olok ayat Allah SWT, mencari kesempatan dalam kesempitan atas kaum muslimin, dan tidak punya pendirian. Orang mukmin yang sumpahnya teguh tidak akan melakukan itu.
- Al Maidah (5):7 dan Al-Baqarah (2):285, menyatakan bahwa syahadah adalah mitsaq yang harus diterima dengan sikap sam'an wa tha'atan berdasarkan iman yang sebenarnya kepada Allah SWT, malaikat, kitab rasul, hari akhir dan Qadr.
- Al-Baqarah (2):93, menyatkaan akibat pelanggaran terhadap mitsaq berupa laknat Allah SWT seperti yang pernah terjadi pada orang Yahudi.
...bersambung...
No comments:
Post a Comment